Thursday, November 26, 2015

Kimchi

Annyeonghaseo,

Alhamdulillah hari ini hari pertama turun salju tahun 2015 di Korea, dan ini pertama kalinya saya ngerasain hujan salju, hihihi
seneng banget pagi pagi pas keluar balkon apate udah disambut butiran salju, <3

ngomong ngomong soal musim salju, banyak persiapan yang harus kita lakukan loh sebelum menghadapinya, selain masalah pakaian yang tebel, masalah kedua yang sering jadi perbincangan ibu ibu di sini adalah makanan. kenapa makanan?
Karena ga semua jenis makanan bisa tumbuh dengan suhu kurang dari 0 drajat. hiks
untuk musim salju sendiri, jangan kaget kalau ternyata tiba tiba sayuran hijau hilang dari peredaran. :(
oleh karena itu, biasanya menjelang musim salju, para ajhuma (ibu" dalam bahasa korea) membeli banyak sayuran terutama baechu (sawi putih), ui (timun), daun bawang, lobak.
Dan untuk mensiasati agar sayuran tersebut bertahan lama, maka para ajhuma segera "menyulap" sayuran tersebut menjadi kimchi.

Ada yang bilang kalau kimchi merupakan makanan yang paling sehat, karena sebagian besar komposisinya adalah sayuran dan cabai yang di fermentasi.
Nah, alhamdulillah kemarin saya dan teman teman berkesempatan untuk langsung membuat kimchi ,
Modu Library, sejenis "Global Center" menyelenggarakan acara membuat kimchi bersama, yang nantinya kimchi kimchi tersebut akan dibagikan kepada orang-orang yang kurang mampu.

Sebelum memulai mengaduk ngaduk kimchi, kami diberi suguhan makanan kimchi yang sudah dibuat, dan juga spam  (tapi saya dan teman saya tidak makan ini, jadi kami hanya makan kimchi dan nori), seru sekali acaranya, banyak oeni oeni juga meramaikan acara ini.
dan setelah makan bersama, kami baru memulai mengaduk kimchinya (untuk bumbunya, sudah dibuatkan oleh ajhumanya karena membutuhkan waktu seharian untuk membuatnya).
membutuhkan baskom yang besar untuk mengaduk kumchi, karena jika sempit akan ada banyak kimchi yang keluar dari tempatnya. Sebelum mengaduk kami harus memcuci tangan dahulu dan menggunakan sarung tangan agar kebersihan kimchinya tetap terjaga.
Tidak butuh waktu lama untuk mengaduk kimchi, sekitar 10 menit dan kimchi sudah bisa dihidangkan. yeay.




Sebelum pulang, kami diberi bumbu kimchi yang banyak sekali, agar kami bisa membuatnya dirumah.
kebetulan beberapa hari lalu saya kepasar, dan membeli beberapa jenis sayuran untuk di bikin kimchi, tapi baru beberapa hari kimchinya sudah habis, padahal tadinya saya bermaksud untuk menyimpannya sebagai persiapan musim dingin. hihihi

oh ya, ga semua orang dengan mudah langsung jatuh  cinta dengan makanan korea yang satu ini, biasanya butuh 4-5 kali makan agar dapat suka dengan kimchi. karena rasa kimchi saat pertama kali kita makan akan terasa aneh dengan rasanya yang campuran antara asam, manis, dan agak pedas sedikit, tapi lama kelamaan lidah kita juga akan membiasakan dengan kimchi, dan ga sedikit juga loh yang akhirnya ketagihan dengan kimchi. hehehe

Jadi salah satu cara untuk mensiasati hilangnya sayuran hujau dari pasar, adalah membuat kimchi. karena kimchi akan bertahan berbulan bulandan inilah yang dilakukan para ajhuma ajhuma disini sebagai persiapan menghadapai musim dingin salju. 
:)



Monday, November 16, 2015

Taekyung Apate

Kemarin ada teman saya yang minta foto apate saya, katanya kakak ipar nya ingin melihat lingkungan dan isi apate saya karena beliau suka banget drama Korea dan pingin lihat real apate di korea. hihii
Jadilah saya mengambil beberapa foto sudut sudut apate saya walaupun kurang lengkap karena kemarin sudah malam. Silahkan yang mau lihat lihat hihihi


                                         






Tipe apate ini adalah  "One Room" Apate atau biasa disebut dengan"apatement studio", dimana kamar mandi, dapur, ruang tengah dijadikan dalam satu ruangan (kecuali kamar mandi). Untuk ukurannya, apate saya lumayan luas, tapi mungkin karena tidak ada sekat, jadi  tidak ada bedanya antara ruang tengah, tidur, dan belajar. Akhirnya setelah beberapa bulan tinggal disini suami saya memberi sekat pada masing masing ruangan (r. tengah, r.dapur, r.tidur), walaupun sekatnya hanya berupa tirai,tapi lumayan bisa membuat ruangan kami terlihat lebih rapih dan tertata. 

Apate kami di lengkapi dengan pemanas lantai yang biasanya digunakan saat musim dingin. tetapi beberapa tempat tinggal tidak menyediakan pemanas lantai, sehingga para penyewa biasanya harus membeli penghangat ruangan, atau pengatur suhu udara untuk mengantisipasi dinginnya di musim salju.
Dapur apate saya lumayan kecil mungkin memang di desain untuk masak satu orang, tapi dapur saya sudah dilengkapi dengan kompor dan kulkas shingga saya tidak perlu repot membeli peralatan elektronik untuk memasak disini.

Ruangan kami berada di lantai 5 dan disini belum disediakan lift untuk bulak balik keatas, sehingga kami harus menaiki tangga yang lumayan tinggi. hufth

Walaupun begitu, tapi dari awal saya daan suami tinggal disini, kami sangat betah, karena lokasinya yang strategis, dekat dengan kampus suami dan kebetulan lokasinya berada ditengah kota. :D