Friday, November 29, 2019

Japan Trip Part 2

Rencana kami di Jepang hanya 6 hari saja, tetapi ditanggal kepulangan kami ke Indonesia tiba tiba diprediksi akan ada badai, sehingga semua penerbangan di Jepang harus diundur/reschedule 2 hari setelahnya. Setelah kami mendapat kabar tersebut, kami langsung booking hotel kembali, masih ditempat yang sama yaitu "hotel WBF Kitasemba West", tapi berbeda kamar dan fasilitas (tidak termasuk sarapan). Sebenarnya badainya hanya melewati daerah sekitar tokyo, namun hal tersebut berdampak pada operasional transportasi di osaka, tempat kami liburan.

Ini pertama kalinya kami ekstend liburan yang tidak dipersiapkan dan diharapkan sama sekali, tapi mau bagaimana lagi, demi keselamatan akhirnya kami pasrah. 

Hari 6
Di hari ke 6 kami dijepang, kami pindah kamar, dan hampir seharian kami tidak kemana mana, hanya membeli makanan di convention store terdekat. Cuaca diOsaka saat itu gerimis kecil, langitnya juga gelap. Jadi kami tidak berani untuk keluar jauh dari hotel. Di beberapa channel televisi memberitakan tentang keadaan di tokyo tentang badai yang lagi berlangsung, di beberapa media sosialpun ramai tentang badai di jepang ini. 
Hingga sore hari akhirnya gerimispun berhenti, kami langsung mencari tempat yang kira kira bagus untuk dikunjungi dimalam hari sekitar Osaka. Akhirnya kami dapat tempat bernama Tsutenkaku dan Shinsekai. Lokasinya sangat dekat dengan hotel WBF ini, hanya sekali naik osaka merto tanpa transfer sudah bisa samapai ke lokasi tersebut, dengan biaya 180 JPY perorang.

Tsutenkaku adalah menara observatorium yang berada di sekitar area Shinsekai. Disini ramai sekali,  banyak restaurant  dan toko oleh oleh berjajar di area ini. Tepat didepan pintu masuk menara, kami menemukan sekumpulan permainan gatcha. Dari yang harganya 100 JPY-500 JPY semuanya ada, mainan untuk anak laki laki dan perempuan juga ada, tidak ketinggalan mesin penukar koinnya pun ikut hadir di area ini.


Setelah berkeliling area Shinsekai, kamipun kembali ke hotel karena angin sudah semakin kencang dan udara semakin dingin dimalam hari.

Hari 7
Hari ini cuaca Osaka cerah sekali, kami merencanakan untuk pergi ke Nara Deer Park untuk melihat rusa disana, kami mulai perjalanan di pagi hari agar tidak pulang kesorean. Perjalanannya cukup jauh menghabiskan waktu sekitar satu jam,  dengan biaya 750 JPY per orang.  
Sesampainya di Nara Deer Park kami sudah disambut rusa yang gogoleran dipinggir jalan, ada juga yang lagi diajak berfoto ria oleh pengunjung disana. Sepanjang jalan banyak jualan makanan rusa seharga 200 JPY.

Rusa disini ramah ramah dan bisa diajak bermain, anakku senang sekali, dia berlari kesana kemari sambil memberi makan para rusa. Setelah selesai bermain, kami mencicipi makanan di tempat makan yang berada di dalam taman tersebut, aku kurang tau nama tempat makannya apa, tapi menu andalannya udon dan mochi yang enak sekali. Anak dan suamiku sangat lahap memakannya, mengisi tenaga setelah bermain main bersama rusa. 









Selesai makan, kami melanjutkan perjalanan kami ke Taman Isui-en. Lokasinya sangat dekat dengan  Nara Deer Park, sekitar 250 m, atau 10 menit berjalan kaki. 
Taman ini bagus dan sangat damai sekali, membuat tenang hati bagi wisatawan yang mengunjunginya. Tapi disana tidak boleh membawa makanan minuman, juga tidak boleh membawa tripod, untuk menjaga kenyamanan para pengunjung yang lain. 
Setelah mengelilingi isui en  park kamipun kembali ke penginapan untuk persiapan packing,  karena kami sudah dapat reschedule kepulangan ke indonesia besok.

Hari 8
Sekitar jam 8 kami sudah checkout dari hotel, dan langsung menuju ke Itami Int Airport. Sesampainya disana antrian untuk check in sudah panjang, suamiku mengambil barisan untuk mengantri, sementara aku dan anankku meunggu di luar barisan. Saat bagian suamiku check in, aku dipanggil, ternyata dia mengabarkan kalau jadwal reschedule kami untuk tahun depan, bukan untuk hari ini. Kami langsung panik, karena baju yang kami bawa semuanya sudah terpakai (tidak ada baju bersih), kami juga sudah minta ayahku untuk menjemput kami di bandara dan sudah membayangkan makanan di indonesia. Setelah berdiskusi panjang lebar akhirnya kami mendapat tiket baru untuk esok hari dengan pesawat dan bandara yang berbeda, kami dijadwalkan terbang di jam 8 pagi dari Kansai Int Airport. 
Suamiku memutuskan untuk menunggu di sekitar bandara Kansai, dia tidak mau mengambil resiko untuk ketinggalan pesawat diesok hari, mengingat barang bawaan kami yang banyak sambil membawa anak bayi. Demi kenyamanan akhirnya kami booking penginapan di "Nikko Kansai Hotel", setelah membooking hotel, kami memesan tiket bis bandara untuk menuju ke Kansai Airport, karena lokasi hotelnya berada tepat didepan Kansai Airport.  
Perjalanan dari bandara Itami menuju Kansai menghabiskan waktu 1.5 jaman dengan bis bandara

Sesampainya di Kansai, kami segera check in hotel dan istirahat sambil menunggu jadwal penerbangan kami esok hari. 


Liburan kali ini benar benar overbudget, karena banyak biaya yang tidak diperhitungkan sebelumnya yang keluar akibat badai tsb.
Selama liburan kemarin aku jadi sadar betapa pentingnya asurasi perjalanan selama traveling, karena kejadian yang tidak terduga bisa terjadi kapan saja. Sebenarnya kami sudah membuat asuransi perjalanan, tapi setelah  mengajukan klaim ke asuransi terkait, ternyata kami hanya mendaftarkan asuransi jika pesawat tertinggal saja, sementara untuk kejadian bencana alam atau kasus lain diluar ketinggalan pesawat tidak di cover. Jika ingin membeli asuransi sebaiknya ditanya juga diawal pembelian detail kasus /kejadian yang dapat di klaim, agar tidak terjadi kesalah pahaman antara asuransi yang dibeli dengan klaim yang akan diterima.

Saturday, November 23, 2019

Budget Pengeluaran BELITUNG. BALI. JEPANG

Hai hai semuaaaa...
kemarin aku nulis ttg halan halan di beberapa tempat, dan tulisan kali ini aku mau berbagi info besar budget yang aku keluarkan untuk wisata ke tempat tempat tersebut.
Sebelum nulis aku mau kasih tau kalau tulisan kali ini mengandung unsur materi alias ngomongin tentang uang, jadi kalau dirasa sensitif mangga di skip aja bacanya, lanjut baca blog berikutnya. Hihihi

Sebelum liburan biasanya aku buat urutan budget dulu, biar liburannya ga bikin kantong jebol. Budget ini ada urutannya dari yang penting (banget) sampai penting (aja), tapi semuanya tetep sama sama penting ya. urutan yang  aku buat sebelum pergi halan halan adalah:
1. Transport menuju lokasi (tiket pesawat/tiket kereta/mobil/bis/kapal laut: 
Menurut kami hal ini merupakan biaya utama dalam perjalanan, selain menyesuaikan budget yang ada, kami juga harus memilih transportasi  yang nyaman agar bisa menikmati perjalanannya. Biasanya kalau kami lagi iseng atau ada waktu luang, kami buka situs jalan jalan untuk melihat lihat berapa harga tiket dari kota x ke kota x, atau negara x ke negara x. Jadi kalau ada rezeki atau sekiranya tabungan liburan sudah terkumpul, kami sudah ada gambaran kemana tujuan kami yang sesuai dengan budget yang ada.
2. Penginapan.
Setelah mendapat transportasi yang sesuai budget, kini saatnya menentukan lokasi penginapan.Pastikan lokasi penginapan  tidak jauh dari tempat tempat yang ingin dikunjungi, agar mudah dijangkau dan dapat mengefisienkan waktu selama liburan. 
3. Biaya bandara/terminal menuju penginapan.
Setelah dapat lokasi penginapan yang sesuai, buat perkiraan biaya yang dikeluarkan untuk ini. biasanya ada kontak yang dapat dihubungi ketika kita memesan penginapan, jadi bisa ditanyakan apakah penginapan tersebut menyediakan jasa antar jemput jika iya, apakah ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan.  karena ada beberapa hotel yang menyediakan jasa tersebut secara gratis. 
4. Tiket masuk tempat wisata.
Sebelum berangkat liburan, sebaiknya mencari info dulu berapa alokasi biaya untuk ke tempat wisata, jangan sampe ekspektasi udah ke tempat A, ternyata di tempat A tiket masuknya kemahalan/ bikin over budget. Atau kalau mau dapet promo dan harga miring, bisa beli tiket/vocher wisata melalui aplikasi traveling.
5. Transportasi
Selama disana tranportasi apa yang akan digunakan, sewa motor/mobil, gocar/grabcar, atau naik transportasi umum seperti subway, busway. Jika bingung menentukan ingin menggunakan yang mana, biasanya aku baca blog/  nonton vlog traveling yang tempatnya sama dengan yang akan aku datangi. Jadi aku ada sedikit gambaran selama disana. 
6.Makanan.
Budget dimakanan, biasanya aku patok perhari, jadi bisa dikondisikan kalau kira kira siangnya makan mevvah, malemnya gofud aja 😜
7. Keperluan Pribadi.

Dari semua budget tersebut, biasanya masing masing aku lebihkan beberapa, untuk jaga jaga takut ada budget yang kurang.

Walaupun sudah membuat budget, tapi kadang ketika liburan kami (aku dan suami) suka kelepasan membeli makanan atau barang lain yang tidak ada di budget tersebut, menurut kami selama masih dapat dikondisikan dan tidak membeli sesuatu yang melampaui batas, ya tidak apa apa, namanya juga liburan. Yang penting jangan bikin kantong jebol ya setelahnya.🤣

kisaran budget pengeluaran yang akan aku bikin hanya simulasi perkiraan aja berapa biaya yang aku butuhkan kemarin selama liburan di beberapa tempat. Pos makan, transport dan keperluan pribadi sudah aku lebihkan, untuk jaga jaga. Keperluan pribadi itu seperti diapers, obat obatan (kalau lupa bawa dari rumah), jajanan pinggir jalan, atau keperluan lainnya yang keluar tanpa diduga duga🧐. Pengeluaran diatas belum termasuk oleh oleh yaa, tapi kalau pengeluaran pribadinya ga banyak, bisa juga dialokasiin buat nambah budget oleh oleh. 💃

Sebelumnya aku mau kasih tau kalau pengeluaran aku selama liburan, mungkin akan berbeda dengan orang lain yang liburan ke tempat sama, karena keperluan tiap orang pun berbeda beda, jadi sharing aku ini dijadikan sebagai gambaran aja ya manteman. 🙏💃

BELITUNG. 


UBUD.

JEPANG

Disini total nya berbeda dengan yang di IGS, karena aku lupa masukin biaya shinkansen untuk pulang pergi (kalau di igs, cuma perginya aja).

Budget pengeluaran ini belum termasuk dengan pengeluaran tambahan 3 hari dijepang karena badai. Jadi ini hanya biaya yang aku keluarkan selama 6 hari liburan yang direncanakan.

Kira kira kemarin begini perhitungannya dengan kurs yang hampir sama dengan tanggal 23 november (ketika blog ini ditulis)




Sekian sharing tentang budget pengeluaran yang aku keluarkan selama liburan di beberapa tempat. Tapi sekali lagi ku perjelas, kalau tiap orang pasti beda beda budgetnya, mungkin ada yang dapet tiket promo jadi lebih murah, atau memang kebutuhan selama liburannya banyak jadi lebih mahal pengeluarannya. 
Sebelum liburan budget pengeluarannya harus diperhitungkan benar benar ya, semoga ga over budget dan ga bikin tekor setelah liburan.

Monday, November 18, 2019

Halan halan di Negeri Sakura Part 1

Wacana ke Jepang sebenarnya sudah kamj bicarakan sejak hari pertama di Bali (bulan April), tiba tiba pak suami nyeletuk " De, selanjutnya kita liburan kemana?", aku ga kepikiran akan wisata ke tempat sejauh Jepang dengan perjalanan 7 jam selama di Pesawat, jadi aku jawab " singapura gimana? Malang gimana?" Karena menurutku Singapura tempat yang sangat baby friendly dan aku sudah ada gambaran untuk wisata kesana. Sementara Malang juga menurutku salah satu destinasi yang wajib dikunjungi  para pencinta traveling, karena pariwisata disana sudah semakin lengkap dan menarik . Awalnya aku kira itu hanya wacana yang terlaksana paling cepat 1 atau 2 tahun lagi,  tidak akan terlaksana dalam waktu sedekat ini karena kami tidak ada gambaran dan persiapan untuk traveling jauh bertiga bersama bayi.

Di bulan juli, ketika kami lagi bercengkrama di rumah, pak suami iseng buka aplikasi traveloka kemudian bilang "de, apa kita beli tiket sekarng ya?", kemudian ku tanggapi dengan santai " beli aja, daripada nanti nyesel", seketika itu juga pa suami membeli tiketnya untuk bulan Oktober. Setelah membeli tiket, kami mulai mencari info tentang visa dan info persiapan membawa bayi selama perjalanan jauh. 

Itinerary kali ini lumayan bikin aku ngulik mbah google tentang daerah wisata, transportasi, dan penginapan selama disana. Aku coba mencari penginapan dan rute perjalanan yang sejalan, agar tidak menghabiskan waktu untuk bulak balik naik subway.

Hari 1: Sampai Osaka 22.00
Hari 2 : Osaka Castle - Shitennoji Temple - Dotonbori- Glico Sign - Sinseibashi Shopping Arcade
Hari 3 : Fushimi Inari Shirine - Gion district
Hari 4 : Universal Studio Japan
Hari 5 : Sumiyoshi Taisha - Sumiyoshi Taisha Park
Hari 6 : Pulang Ke Indonesia

Itinerary ini adalah hasil bulak balik liat peta di Gmaps dan jalur subway disana, aku juga sudah mecoret beberapa tempat wisata yang tidak memungkinkan untuk kami kunjungi, karena keterbatasan waktu.

Subway map
Selama di Osaka, kami menggunakan one way ticket subway setiap perjalanan. Kami dibantu oleh aplikasi JAPAN TRAVEL by NAVITIME, aplikasi tersebut sangat membantu, navigasinya pun sangat akurat dan mudah digunakan.
Awalnya aku mau beli sim card/ sewa wifi selama di sana, tapi ternyata kartu yang ku gunakan (XL) bisa roaming ke luar negeri, jadi aku mengaktifkan paket data roaming ku selama 7 hari, dengan biaya 250 ribu. Cara mengaktifkan data roamingnya pun mudah, tinggal download aplikasi my XL, lalu pilih paket data yang  diinginkan. 

Hari 1
Setelah kami melewati bagian imigrasi di Bandara Haneda , kami langsung mengambil koper, dan memesan tiket bus untuk transfer bandara ke Narita. Tak lama setelah kami memesan tiket dan menunggu di depan pintu bandara, bus yang akan mengantarkan kami pun datang tepat waktu. Selama diperjalanan suamiku sangat khawatir, takut kami akan ketinggalan penerbangan selanjutnya menuju Osaka. Perjalanan dari bandara Haneda menuju bandara Narita menempuh jarak sekitar 79 km atau satu jam jika ruas jalan normal, sementara kami hanya mempunyai waktu 3 jam untuk tranfer bandara berikutnya. Tiba tiba gerimis datang, dan jalanan mendadak padat merayap, kami pun hanya bisa pasrah agar tiba tepat waktu di bandara Narita. 

Akhirnya kami sampai di bandara Narita tepat waktu, tidak menunggu lama kami pun segera boarding menuju bandara Itami, Osaka.
Sesampainya di Osaka, kami segera ke Stasiun Itami menuju Stasiun Honmachi, exit 3(420 JPY) , stasiun terdekat dari hotel tempat kami menginap.
Kami menginap di "WBF Kitasemba West Hotel" , lokasinya sangat strategis, sekitar 12 menit menuju Sinsheibashi Shopping Arcade.
Biaya permalam WBF Kitasemba West  adalah Rp 830.000/ malam untuk kamar standar twin, sudah termasuk sarapan via booking.com okt 2019. Kamar nya tidak besar, tapi fasilitas hotelnya sangat lengkap, ada Free ramen setiap pkl 21.30 - pkl 22.30 untuk para guest hotelnya.
Setelah merapihkan barang bawaan, mandi dan makan malam yang kami beli di convention store, kamipun istirahat agar besok kembali bugar setelah seharian menempuh perjalanan Jakarta-Osaka.

Hari 2
Hari ini kami bangun agak kesiangan, habis mandi kami bergegas turun ke bawah untuk sarapan. Selain daging, ayam dan telur, beragam seafood tersedia disini. Setelah aku dan suami makan, kini giliran aku menyuapi anakku makan, beruntung perjalanan kali ini nafsu makan anakku lagi bagus, jadi dia bisa makan apapun yang ada tanpa milih milih makanan.
Ketika kami keluar hotel ternyata hujan turun, kami mampir ke convention store untuk membeli payung, dan segera menutup stroller dean dengan rain cover yang kami bawa dari Indonesia. Hujan bukan penghalang kami hari ini untuk jalan jalan berkeliling Osaka. kami memasuki stasiun honmachi menuju stasiun morinomiya, exit 3-A (180 JPY), stasiun terdekat dengan Osaka Castle.
Sesampainya disana, hujan mulai reda jadi kami bisa lebih leluasa berjalan jalan, udara disana sangat sejuk setelah hujan tapi langit belum kembali berwarna biru cerah. 
Keluar dari stasiun morinomiya kami harus berjalan sekitar 650 m untuk sampai di Taman Osaka Castle.
Taman Osaka Castle dibuka 24 jam setiap hari, dan tidak ada  biaya masuk untuk dapat berjalan jalan ditaman ini. Disini ramai sekali, baik anak kecil hingga kakek nenek semua sangat menikmati pemandangan yang ada di taman ini. Burung merpatipun menyambut para wisatawan dengan terbang kesana kemari di sekitar taman dan bermain dengan anak anak.




Osaka Castle merupakan simbol Osaka yang terkenal, didalamnya terdapat museum peninggalan budaya jepang, seperti cerita sejarah, diorama, maket , dan baju perang jaman dahulu. Museum ini dibuka dari pkl 09.00- pkl 17.00 setiap hari (last addmision 16.30), tapi ketika musim sakura tiba, jam bukanya diperpanjang hingga Pkl 21.00. Biaya masuknya 600 JPY untuk dewasa, sementara untuk pelajar SMP atau dibawahnya, tidak dikenakan biaya sama sekali. Karena kami membawa bayi, dan khawatir dia tidak mau diem atau pegang barang selama di museum, maka kami tidak masuk museum tersebut. 

Setelah berjalan jalan di taman Osaka Castle,  kami melanjutkan perjalanan menuju Shitennoji Temple. Untuk sampai disana kami harus ke stasiun tanimachiyonchome -  stasiun Shitennōji-mae Yūhigaoka dengan biaya 180 JPY,

Sesampainya disana, ternyata lagi ada flea market di bagian depan Shitennoji temple , yang menjual buku pelajaran, komik, majalah, dan barang bekas lainnya dengan harga sangat miring. Setelah melihat melihat sekitar flea market tersebut kamipun mencari tiket booth , tapi sayangnya Shitennoji temple sudah tutup, karena kami tiba terlalu sore. jadi kami hanya berfoto ria dibagian pintu masuknya saja.



Shitennoji temple adalah kuil pertama yang di bangun oleh pemerintah Jepang, dan di jadikan pusat pembelajaran agama budha di Osaka. Yang menarik dari kuil ini adalah pagoda tingkat 5 nya atau biasa disebut pagoda gojutou. Jadwal operasional kuil ini setiap hari dari pkl 08.00-16.00, dengan biaya masuk 500 JPY untuk dewasa dan 300 JPY untuk siswa SMA-Mahasiswa.

Karena sudah senja,kami segera keluar dari area Shitennoji temple, menuju landmark osaka berikutnya,  dotonbori street.  Perjalan menuju dotonbori ditempuh dari stasiun tennoji - stasiun  osaka namba, (230 JPY). Tak terasa langit sudah semakin gelap ketika kami sampai di pintu exit 14, kami masih harus berjalan beberapa meter untuk sampai di dotonbori street. Dengan bantuan Gmaps akhirnya kami sampai di Jalan dotonbori, disana kami mencari tempat makan untuk makan malam, setelah perut dan tenaga sudah terisi kembali, kami menggunakan Gmaps untuk mencari lokasi Glico Man Sign, tak jauh dari dotonbori street. Dari pinggir jalan sudah terlihat banyak orang yang lagi asik menikmati salah satu landmark Osaka tersebut. Semua orang berfoto disana seolah tidak ingin melewatkan untuk mengabadikan moment melihat Glico Man Sign. Tepat di depannya terdapat tempat makan yang terkenal, bernama Ichiran Ramen (no pork ramen), ketika kami masuk ke sana antriannya panjang sekali, jadi kami urungkan niat untuk mencicipi ramen tersebut. 




Dari Glico Man Sign kami kembali melihat peta untuk mencari rute tercepat agar sampai di hotel, ternyata jarak dari glico man sign menuju hotel kami menginap tidak terlalu jauh dan dapat ditempuh sekitar 2 km dengan berjalan kaki melewati area pusat perbelanjaan Shinsaibashi. Kamipun memilih untuk berjalan kaki sambil menikmati suasana osaka malam hari di area tersebut. Sepanjang jalan dipenuhi oleh orang yang berlalu lalang sambil membawa barang belanjaan, berbagai macam toko oleh oleh ada disana, jajanan pinggir jalan pun ikut meramaikan dagangan sepanjang jalan tersebut.




Tidak terasa kami sampai di hotel sudah larut malam, anak dan suamiku langsung berendam di air panas untuk menghilangkan lelah setelah seharian berjalan kaki, naik turun tangga, dorong-angkat stroller. Setelah semua selesai mandi dan beres beres kamipun istirahat untuk persiapan tenaga di esok hari. 

Hari 3
Pagi pagi kami sudah keluar hotel menuju stasiun yodoyabashi ke stasiun shinosaka 230 JPY. Kami berangat sekitar pkl 08.00 dan berharap tidak ada hambatan selama perjalanan, tetapi subway yang kami tumpangi tidak jalan (kalau bahasa sininya, ngetem), kami agak kesal menunggu karena perjalanan kami hari ini jauh ke kyoto, kami berharap agar tidak lama dijalan. tiba tiba ada pengumuman bahwa telah terjadi kecelakaan antara kereta dan manusia, yang menyebabkan kematian (bunuh diri), kami mulai bersabar dan berharap segera selesai penyidikannya. Hampir sekitar satu jam-an  akhirnya keretapun mulai berjalan menuju Shin Osaka station. Di sana kami transfer untuk naik shinkansen menuju kyoto. Shinkansen sering disebut kereta peluru karena kecepatannya adalah 300km/jam. Biaya dari Shin Osaka menuju Kyoto dengan menggunakan kereta api ini sekitar 1420 JPY, dapat ditempuh dalam 15 menit.

Kereta kami pun akhirnya berhenti di stasiun Kyoto, tujuan kami ada Fushimi Inari Taisha untuk dapat kesana, kami harus berpindah kereta ke jalur yang berbeda di stasiun Kyoto menuju stasiun Inari, 770 JPY. 
lokasi Fushimi inari bersebrangan dari stasiun inari, disini sudah ramai banyak pengunjung dari berbagai negara, karena tidak mau membuang waktu, kamipun segera menuju gapura torri, gappura yang terkenal di Jepang. Sepanjang jalan gapura torri, banyak orang berfoto sejenak sambil menikmati keindahannya. Tidak pernah terbanyangkan akhirnya aku bisa kesini melihat langsung beribu gapura berwarna vermillion, yang tiap tiangnya bertuliskan kata kata yang dicat dengan warna hitam. Di sini banyak sekali patung rubah, sebagai kepercayaan masyarakat jepang bahwa rubah adalah utusan para dewa inari untuk mengantarkan pesan atau membantu dewa pangan. 
Karena rute perjalanan gapura torri masih jauh, ditengah perjalanan kami mengambil jalan keluar untuk mencari makanan. 










Disekitar jalan keluar dari area fushimi inari taisha banyak yang berjualan makanan dan sovenir. Kami berhenti untuk membeli makan siang, dan beristirahat.

Tak lama berhenti, kami melanjutkan perjalanan menuju Gion district, untuk dapat kesana kami harus ke stasiun inari menuju stasiun higashiyama 410 JPY.  Di Gion kami menikmati suasana khas jepang, bangunan bangunannya sangat kental akan budaya jepang, hal ini dilengkapi dengan para wisatawan yang berpakaian kimono/yukata ala jepang yang membuat suasana terlihat semakin tradisional. Aku dan suami terbawa suasana ingin mencoba kimono jepang, kami mencari rental kimono terdekat disekitar gion, kamipun  menemukan dari Gmaps  "Okamoto Rental Kimono", harga sewa kimono/yukata mulai dari  3.240 JPY.  Buka dari jam 09.00-20.00, tapi penyewaan baju harus dikembalikan tepat pkl 18.00 jika telat beberapa menit akan dikenakan fee tambahan. Lokasi rental kimono ini berada di sebelah kiri Gyokki inari shrine.

Pengalaman memakai kimono ini sangat berkesan, aku jadi tahu tata cara dipakaikan kimono, petugasnya sangat menjunjung tinggi tata krama. Kebetulan saat itu, anakku sedang tidur jadi yang memakai kimono/yukata hanya aku dan suamiku. Setelah kami siap dengan kimono/yukata, kami segera jalan mengelilingi gion district mencari spot untuk berfoto dengan pakaian kami, baru saja kami mengeluarkan tripod, anakku sudah bangun dan minta di gendong. Kamipun foto bertiga, tapi sayang sekali dia tidak ikut memakai yukata. 
Hari sudah malam, setelah berkeliling gion, kami kembali lagi untuk mengembalikan kimono/yukatanya. Lalu kami ke stasiun  higashiyama menuju kyoto 260 JPY, Dari kyoto kami memesan tiket kereta shinkansen (1420 JPY) untuk mempercepat perjalanan pulang ke osaka. Di osaka kami berhenti di stasiun Shinosaka, dan masih harus transfer kereta menuju yodoyabashi (230 JPY). 

Selesai sudah perjalanan kami yang cukup jauh hari ini, setelah bulak balik stasiun akhirnya kami kembali ke hotel dan bisa beristirahat. 

Hari 4
Hari ini kami berangkat agak siangan, karena kami hanya ke satu tempat tujuan, yaitu Universal Studio Japan (USJ), kami sudah membeli tiket USJ via traveloka, Rp 1.062.000/orang, kami membeli 2 tiket masuk karena Anak dibawah 4 tahun belum dikenakan biaya masuk.

Kami berangkat dari stasiun Yodoyabashi- stasiun universal city (360 JPY).
Aku sangat bersemangat kesini, karena salah satu arena disini bertema Harry Potter yang aku idam idamkan sejak jaman SD dahulu. Aku ingin sekali melihat Hoghwarts School, atau berjalan di Hogsmaede, walaupun hanya sekedar replika tapi aku sudah sangat senang sekali. Ini pertama kalinya aku memasuki Universal Studio, aku sangat takjub karena setiap bagian memiliki tema dari film layar lebar yang dibuat seolah olah kami berada dalam dunia di film tersebut. Semuanya sangat detail, bahkan sampai ke nama jalan nya pun dibuat sama dengan yang ada dalam film.

















Semakin siang semakin ramai disini, ditengah tengah keramaian ternyata ada pawai yang akan mengelilingi USJ, membuat jalanan disana semakin padat merayap, aku dan suamiku menepi mencari tempat duduk sebentar untuk berisitirahat. Tak lama menepi, kami melanjutkan perjalanan lagi ke bagian Jurassic park  dan minions. Setelah mendatangi hampir tiap sudut tempat di USJ, kami keluar pintu exit , tidak lupa kami foto di ikon Universal Studio yang berada tepat di depan pintu keluar tersebut.  Pulangnya kami menempuh jalur yang sama seperti ketika berangkat, yaitu stasiun universal city-stasiun yodoyabashi (360 JPY).

Hari 5
Aku mendapatkan kabar dari teman suamiku, ka azkiya yang tinggal dijepang, bahwa akan ada badai di jepang dan semua jadwal  penerbangan besok akan di batalkan. Jadi, sebelum melanjutkan itinrary kami hari ini, suamiku mencari info untuk mendapat kepastian status penerbangan kami besok. Tiba tiba suamiku mendapat email, benar sajaa kalau semua jadwal penerbangan besok dibatalkan dan dapat di reschedule beberapa hari setelahnya. Tak pikir lama, kamipun menambah dua hari menginap di Hotel WBF Kitasenbawest untuk berjaga jaga, sambil menunggu mendapatkan jadwal penerbangan yang baru.  

Kami melanjutkan ittenerry kami di siang hari, ke Sumiyoshi Taisha . Dari stasiun honmachi menuju stasiun stasiun sumiyoshi taisha 390 JPY. 

Jam buka kuil ini untuk bulan oktober hingga maret 06.30-17.00, tidak ada biaya masuk untuk dapat masuk ke kuil ini.
Sumiyoshi taisha merupakan salah satu kuil shinto tertua di Osaka. Area kuil tersebut dikelilingi oleh pepohonan yang rindang,  Disana juga terdapat jembatan yang bernama jembata Sorihashi yang terkenal karena keindahan pemandangannya dari bagian atas jembatan.









Sebelum kembali ke hotel kami bermain dulu di Sumiyoshi Park, lokasinya dekat dengan kuil Sumiyoshi Taisa. Disana banyak permainan anak anak seperti ayunan, perosotan, dan jungkitan. Tamannya bersih, dan banyak di hinggapi oleh burung dara.
Karena sudah sore, dan kami harus mengurus kembali perubahan jadwal penerbangan, maka kami segera kembali ke hotel, dan berharap mendapatkan tanggal kepulangan ke Indonesia segera. 

Bersambung~~~~