Thursday, June 23, 2016

Rindu Kampung Halaman

Ramadhan tahun ini merupakan ramadhan tahun ke 3 saya bersama suami saya. Tahun pertama kami menjalani bulan Ramadhan di Pulau Dewata Bali, dilanjut tahun kedua kami di Korea Selatan, hingga sekarang masih di Korea Selatan. Senang rasanya bisa melalui bulan yang penuh berkah ini bersama suami, tetapi tidak memungkiri juga kalau kami rindu kampung halaman kami, Banten (serang& cilegon).
Merantau dari satu kota ke kota yang lainnya membuat kami lebih mandiri dan lebih memahami artinya " rindu kampung halaman". dengan jadwal yang padat juga biaya yang tidak murah, sayang nya hal tersebut menjadi hambatan bagi kami yang ini mengunjungi sanak saudara  yang berada jauh disana. walaupun begitu Alhamdulillah sekali dengan kemajuan teknologi masa kini, kami sudah bisa berbagi kabar dari jarak yang sangat jauh.
dengan adanya skype, wa, fb, katalk, line, bbm, dll kami bisa bertatap muka dan mendengarkan suara walaupun terkadang masih ada gangguan koneksi di beberapa tempat. hiks

tapi Alhamdulillah juga dengan merantau, kami bisa membangu keluarga baru didaerah rantauan. karena merasa berasal dari satu kampung halaman,jadi kekerabatan dengan saudara di daerah rantauan bisa dengan mudah terjalin lebih akrab. biasanya disini pun kami mengadakan acara buka puasa bersama secara bergantian dari rumah ke rumah dengan memasak menu makanan khas  Indonesia. walaupun "rindu kampung halaman", tapi hal ini bisa sedikit menguranginya. 


Wednesday, June 8, 2016

Mau Kucing ;(

Beberapa waktu lalu saya dan suami berencana memelihara kucing, 
awalnya tidak ada niatan sama sekali memelihara hewan yang satu ini, tapi karena hampir tiap malam kami selalu scroll bawah dan scrool atas (red:main facebook, path, dan media sosial lainnya) dan selalu kamitemui video video tentang kucing yang membuat kami gemes, akhirnya kami memutuskan untuk memelihara satu kucing kecil.

besoknya suami saya sudah mulai mencari cari orang yang membutuhkan pengadopsi kucing, dan kami pun menemukan beberapa. ternyata disini harga untuk mengadopsi kucing hampir sama dengan di indonesia, kisaran 120 KRW atau sekitar 1200000 rupiah untuk kucing kecil, dan sudah termasuk vaksin dll.
kemudian kami pun mendapat informasi tentang pets street di daerah Chongmuro, yang menawarkan berbagai macam hewan peliharaan terutama kucing dan anjing. waaaaaa pingin sekali kesana.


tapi terlintas dipikiran kami untuk meminta ijin terlebih dahulu kepada "ajushi" pemilik apartemen, kemudian kami pun menanyakan perihal memeilhara kucing di apartemen kami, tapi ternyata jawaban ajhusinya mengecewakan sekali. hiks hiks hiks
ternyata kami tidak boleh memelihara hewan di apartemen, dan hal tersebut sudah tertulis di kertas perjanjian ketika kita ingin tinggal disini hiks. (karena surat perjanjiannya tulisan hangel, makanya saya dan suami tidak pernah membaca suratnya sampai habis, hanya sepotong sepotong).
hiks hiks hiks sedih sekaliiiiiii.

jadi keinginan kami memelihara kucing, kamu tunda dahulu sampai kami pindah apartemen. ;(

Puasa 17 jam

Alhamdulillah hari ini masuk ke hari kedua puasa Ramadhan. Walaupun bagj saya ini adalah hari pertama. (Karena saya baru selesai menerima tamu bulan ini)
Bicara mengenai Ramadhan, adalah bulan yang paling istimewa diantara 11 bulan lainnya. Karena pada bulan ini setiap orang ingin pada berlomna lomba dalam kebaikan.
Suasana ramadhan yang terasa spesial pun  tak ingin terlewatkan bagi setiap umat muslim diseluruh penjurh dunia.
Di indonesia, tak diragukan lagi sebagai mayoritas penduduk muslim, memasuki bulan ramadhan, ramai sekali para pedagang kaki dipinggir jalan membuka booth booth jajanannya di siang hingga menjelang adzan magrib.
Masjid pun ramai dan tidak pernau sepi di waktu tarawih, walaupun biasanya mengalami penurunan pengunjung dari awal hingga akhir Ramadhan, hehehe

Beda dengan di Indonesia yang memiliki waktu puasa 13 jam dalam sehari. Di Korea Selatan, bulan Ramadhan justru jatuh pada musim panas, sehingga puasa disini dilalui dengan waktu yang cukup panjang setiap harinya, yaitu 17 jam yang dimulai dari jam 03.19 subuh, hingga jam 20.00 malam.
dan sebagai warga minoritas, kamipun harus membangun sendiri suasana Ramadhan, karena jarang sekali adanya masjid disini, sehingga sulit untuk mendengar suara Adzan secara langsung.
Biasanya, kami mendengarkan adzan dari aplikasi di smartphone, iulah ang merupakan pegangan waktu solat kami selama di negar minoritas, agar bisa menunaikan ibadah tepat waktu.
Walaupun, kami harus menempuh puasa selama 17 jam dalam sehari tapi hal tersebut tidak menjadikan alasan bagi kaum mioritas untuk membatalkan puasanya, justru hal ini kami jadikan tantangan tersendiri untuk ikut memeriahkan puasa Ramadhan.

Karena Korea Selatan merupakan negara 4 musim, sehingga waktu sepanjang tahun berubah ubah. jika di saat musim panas waktu subuh jatuh pada jam 03.00 pagi, dan waktu magrib jatuh pada pukul 20.00.justru ketika musim dingin, subuh jatuh pada pukul 07.00 pagi dan magrib jatuh pada pukul 17.00.  dan ebberapa orang memanfaatkan kesempatan ini untuk membayar hutang puasa Ramadhan atau bepuasa sunnah lainnya.


tapi walaupun begitu kami harus bersyukur karena masih ada negara negar lainnya ang memiliki waktu puasa lebih lama dari 17 jam, 
semoga kita semua selalu di beri kemudahan dalam mengerjakan puasa tahun ini. amin. 


Sunday, June 5, 2016

Penulis dan motivasi

Selama dikorea saya sudah bertemu dua penulis yang sudah tidak diragukan lagi keterampilan menulisnya. Yaitu mba Asma Nadia dan mba Shinta Yudistia. Tidak hanya melihat langsung dari jauh tapi Alhamdulillah sekali saya bisa ngobrol dan berbicara langsung dengan kedua wanita hebat ini. Karena kesempatan ini tidak mau saya sia siakan, maka saya pun bercerita tentang halangan dan rintangan yang saya alami dalam menulis , dan keduanya pun memberi respon yang positif berupa saran dan masukan yang sangat memotivasi  .

 bukan bermaksud berbesar hati, Sebagai seorang istri yang tinggal di negeri orang, saya pun sadar bahwa pengalaman yang saya dapatkan  selama disini jauh lebih banyak daripada ketika saya berada di Negeri sendiri. 
Pingin sekali rasanya berbagi tiap sudut kehidupan disini, karena verbeda dengan di tanah air tercinta yang semuanya serba mudah dan gampang, disini saya dan keluarga dituntut untuk lebih mandiri. 
                                             
Ingin rasanya berbagi pengalaman dengan teman teman disana tentang    berbagai macam sisi kehidupan di Negeri Gingseng ini. Mulai dari adat istiadat,  budaya, makanan, bahasa dan lain lainnya. Tapi apalah arti sebuah keinginan tanpa di iringi dengan tindakan yang nyata. 
Mottivasi dari sana sini untuk menulis pun hanya bertahan paling lama 3 hari di benak saya, setelah itu tidak ada sedikitpun yang  tersisa bagai hilang ditelan angin. 
Belum lagi kendala teknis yang saya alami selama menulis, seperti dalam tulisan ini, saya telah menulis panjang lebar sebnayak    2 kali karena tulisan pertama saya hilang setengahnya, hhiks .

Walaupun begitu. Ada satu kata yang saya ingat sekali dari suami saya.
"Terus menulis".suami saya cuma berkata itu, tanpa maksud memotivasi,, dengan gayanya yang berbicara sambil pandangan kearah laptop nobton anime hehehe tp kata kata tersebut selalu membayangi saya ketika saya ingin menulis dan mulai malas ditengah jalan. 

Dan untuk motivasi lainnyq, karena motivasi bersifat datang dan pergi, jadi ada baiknya jika saya membuat schedule bulanan untuk menghadiri seminar seminar para penulis buku, agar selalu termotivasi untuk menulis dan berbagi pengalaman hidup saya. *self remainderbanget ngahahahhahahha