Tuesday, November 28, 2017

Memanfaatkan Jeans Bekas : Keranjang Mini Serbaguna

halo semua...
Kalian pasti punya beberapa pakaian yang tidak terpakai kan? eits, jangan di buang dulu ya kalau ada pakaian dilemari yang sudah lama tidak dipakai, siapa tau bisa di gunakan atau dialih fungsikan menjadi barang yang lebih bermanfaat.
kemarin, saya habis bongkar lemari dan ternyata saya menemukan beberapa celana jeans panjang yang sudah tidak terpakai. berhubung saya lagi kurang mood jahit menjahit yang "agak rumit", jadi saya hanya bikin beberapa keranjang mini serbaguna dari jeans tersebut. Bikinnya gampang banget, tinggal gunting, jahit jahit jahit, selesai hihihihi  kalau kalian belum punya mesin jahit, bisa jahit tangan juga loh karena ga perlu banyak jahitan buatnya. Yang mau ikutan bikin, yuk baca tutorialnya, siapa tau abis ini langsung ketularan bikin juga :D


hasil bongkar lemari dihari minggu

1. Ukur bagian bawah celanan beberapa centi untuk nantinya akan di gunting dan menjadi dasar keranjang mini. setelah diukur sesuai dengan keinginan lalu gunting horizontal. kalau aku ambil ukurannya 23cm karena aku mau membuat tempat remot dan kunci kunci rumah.




2. Setelah di gunting horizontal, balik celana sehingga yang sisi luar menjadi di dalam dan sisi dalam menjadi diluar. kemudian jahit lurus tepi hasil guntingan tadi, kalau bisa jahitnya rapat-rapat karena ini akan menjadi bagian bawah dari keranjang.




3. Pada bagian ujung jahitan, lipat segitiga pada bagian kanan kirinya agar membentuk dasar keranjang dan dapat ditegakan. setelah di bentuk segitiga lalu jahit dengan ukuran yang sama tiap sisi kanan dan kiri.




4. Selesai menjahit dasar, balik kembali sisi dalam celana menjadi sisi luar celana dan rapihkan bagian dasar dengan tangan. Kemudian lipat bagian atas celana agar dapat mempercantik penampilannya. Jika kalian punya bros atau pita, kalian bisa mengaplikasikannya di sisi sisi yang kalian inginkan.


5. Keranjang mini serbaguna telah selesai dan kalian bisa langsung menggunakanannya dengan memasukan berbagai barang yang kalian inginkan. 





 Ga susah kan? ternyata hanya dengan 4 langkah pengerjaan kita bisa langsung memiliki barang baru hasil daur ulang barang bekas tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun.

Selamat mencoba teman-teman. :D


Monday, November 6, 2017

Hikmah Pindah Kesana Kemari

(akhir) FEBRUARI 2017
Alhamdulillah setelah  misua menyelesaikan pendidikan S2 nya di Korea Selatan pada bulan Februari 2017, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan hidup kami kembali ke tanah air, dan kebetulan misua sudah diterima kerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta, maka selang beberapa hari setelah wisuda kami langsung Back For Good ke Indonesia.
Rasanya berat meninggalkan tempat tinggal yang telah kami tempati 2 tahun selama kami menikah, sebelumnya kami tinggal di Cilegon dan di Bali hanya beberapa bulan paling lama, sehingga tidak heran Korea merupakan tempat yang sangat berkesan bagi kami berdua.

(akhir) MARET 2017
Setelah kami pindah ke Jakarta,kami mulai beradaptasi dengan kehidupan disana. Ketika itu saya kembali melanjutkan pendidikan S1 saya di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, lumayan untuk mengisi waktu luang menunggu suami pulang kerja sambil menuntut ilmu supaya wawasan saya lebih luas dan lebih mudah beradaptasi. Tetapi selama kami tingggal di Jakarta, kami belum bisa Move on dari kenangan Negeri Gingseng. Tidak sampai 3 bulan tepatnya di bulan Mei misua memutuskan untuk Resign demi melanjutkan studi S3 nya kembali ke Korea, sayangnya penerimaan  mahasiswa baru  universitas-universitas Korea baru akan diumumkan dibulan agustus sehingga kami harus menunggu pengumumannya  beberapa bulan kedepan.

(awal) MEI 2017
Selama menunggu  pengumuman penerimaan mahasiswa baru, kami pun tinggal di Cilegon. Karena jarak Cilegon-Jakarta tidaklah dekat maka saya keluar dari perkuliahan S1 dengan alasan pindah tempat tinggal.Banyak teman yang menyayangkan keputusan saya untuk keluar dari perkuliahan karena selain biaya yang telah saya keluarkan, mereka juga menyayangkan ilmu yang akan saya dapatkan selama menempuh pendidikan S1 nanti.
Tinggal di Cilegon berbeda dengan tinggal di Jakarta, karena kami bisa lebih dekat dengan orang tua saya dan suami saya, Cilegon juga merupakan kampung halaman suami saya sehingga kami tidak terlalu banyak beradaptasi selama disana.

(akhir) MEI 2017
Sambil menunggu pengumuman penerimaan S3 misua, dia pun mengajak saya  pergi berlibur ke Jogjakarta untuk melepas rindu dengan suasana kampus tempat dia menempuh pendidikan S1nya, dan kebetulan saya baru sekali mengunjungi Jogja ketika study tour bersama teman satu jurusan diploma tiga. akhirnya kamipun membeli tiket kesana dan berencana pulang ke Cilegon beberapa hari sebelum memasuki bulan Ramadhan. Saya dan misua menghabiskan waktu beberapa hari menghabiskan waktu di Jogja sambil mengunjungi adik saya yang kuliah disana.
tidak terasa, ternyata liburanpun telah usai dan kami harus kembali ke Cilegon. Setelah kembali ke Cilegon saya baru menyadari bahwa saya belum menstruasi dari sebulan yang lalu, karena beberapa hari lagi bulan ramadhan dan saya khawatir saya akan bermasalah pada siklus menstruasi, akhirnya saya dan misua pergi ke klinik untuk checkup.

Karena klinik yang saya datangi tidak terlalu besar, jadi dokternya hanya memeriksa bagian luarnya saja dengan stetoskop, dan menyarankan saya untuk mengcheck dengan menggunakan testpack apakah saya hamil atau tidak. Pulang dari klinik pun saya tidak langsung testpack, karena saya pikir mungkin siklus mestruasi saya yang lagi tidak teratur, tetapi bulan ramadhan semakin dekat, sehari sebelum memasuki bulan ramadhan akhirnya saya pun membeli testpack dan  ternyata hasilnya GARIS DUA. ketika tahu garis dua saya langsung kaget apa mungkin diperut saya ada bayinya? apa saya salah pake testpacknya? apa saya abis makan sesuatu yang bikin kadar Hcg saya naik? kalau ada bayi apa bayinya sehat? dan saya langsung teriak ke suami saya. karena kami belum yakin, saat itu juga kami langsung pergi ke rumah sakit berharap ada dokter Obgyn yang praktik karena saat itu adalah malam minggu. ternyata tidak ada dokter yang praktik di malam itu, dan kami memutuskan membeli testpack untuk memastikan lagi apakah garisnya masih dua atau berubah menjadi satu.
setelah testpack, hasilnyapun masih sama, alhamdulillah.

akhirnya garis dua
Senin paginya, hari pertama bulan ramadhan saya pun ke rumah sakit untuk memastikan apakah saya hamil atau tidak. kebetulan dokter yang kami pilih merupakan dokter yang cukup rekomendasi di Cilegon, dan ini pertama kalinya saya periksa kesana, sehingga saya tidak tahu kalau antriannya ternyata banyak dan lama. Disana saya dan misua menunggu hampir seharian untuk melakukan pemeriksaan USG, hingga akhirnya saya dan misua pun dipanggil dan ALLHAMDULILLAH ternyata garis dua itu memang pertanda kalau baru 5 minggu yang lalu dimulai kehidupan di rahim saya :")
bune 5 minggu

Setelah adanya kabar baik tersebut, kami akhirnya berfikir 2 kali untuk pindah kembali ke Korea, dan rencana kami pun berubah semuanya. karena ini anak pertama, jadi kami ingin melahirkan dekat dengan keluarga, sehingga suami saya menggagalkan rencananya untuk mengambil pendidikan S3 diKorea, dan memilih untuk berkarir terlebih dahulu di Jakarta dengan tempat yang berbeda dari sebelumnya.

OKTOBER 2017
Dan Alhamdulillah sekarang kami sudah pindah kembali ke Jakarta, dengan mental yang lebih siap dari sebelumnya, dan dengan perasaan tidak sabar menyambut si buah hati yang akan lahir insyallah 2 bulan lagi. :)

walaupun saya dan misua telah memiliki rencana, tetapi rencana ALLAH lah yang sangat terbaik untuk kami berdua. ALHAMDULILLAH