Monday, October 26, 2015

Mushola di Pulau Nami

Sebagai umat muslim, solat merupakan suatu kewajiban yang akan dipertanggung jawabkan oleh diri kita masing-masing.  Kita tidak boleh meninggalkan solat 5 waktu, karena jika kita meninggalkannya maka kita akan mendapat dosa. Dalam keadaan apapun dan dimanapun, solat harus diutamakan dan harus tetap di laksanakan, tidak ada alasan untuk setiap umat islam meninggalkan solat.

Berbeda dengan negara yang mayoritas penduduknya muslim, walaupun Korea merupakan salah satu tujuan wisata favorit berbagai negara khususnya bagi masyarakat Indonesia yang bermayoritas islam, Tetapi karena umat muslim di Korea masih tergolong sebagai kelompok minoritas, sehingga disini tak banyak kita jumpai masjid dan mushola atau (setidaknya) prayer room.  
Hal ini sedikit menyulitkan kami (muslim) sebagai pendatang terutama apabila kami masih dalam perjalanan ketika masuk waktu solat. Oleh karena itu, hal pertama yang dapat  kami lakukan agar tetap dapat melaksanakan kewajiban kami adalah mencari toilet terlebih dahulu untuk mengambil wudhu atau sekedar bertayamum, kemudian kami mencari tempat sepi atau sudut ruangan untuk menggelar sajaddah dan melaksanakan solat.

Tetapi Hal diatas tidak berlaku di Nami Island, yang merupakan salah satu tujuan pariwisata yang terkenal melalui film "Winter Sonata".
Disini disediakan fasilitas yang sangat memadai bagi umat muslim, karena disini terdapat mushola yang sangat bersih dan terawat, dan telah disediakan juga sajadah, al quran, serta mukena.

Mushola ini terletak di tengah tengah pusat keramaian Nami Island, sehingga tidak akan sulit mencarinya. Bangunan menuju mushola berwarna kuning,tepat di serong kiri belakang patung koki.





Setelah masuk ke bagian dalam bangunan kuning, disana terdapat petunjuk masuk ke mushola. Mushola terdapat di lantai dua, sedangkan lantai satu  merupakan perpustakaan untuk anak anak pengungjung Nami Island.


Setelah menuju lantai dua, disana terdapat dua mushola, untuk laki laki dan untuk perempuan.Masing masing mushola di sediakan tempat wudhu di dalam ruangannya, disana juga disediakan tempat sepatu dan cermin besar. Dari jendela, dapat dilihat pemandangan luar yang sangat indah.








Mushola disini sangat dirawat dengan baik, walaupun tidak sedikit wisatawan  beragama islam yang menunaikan solat disini. Selain nyaman, dan bersih, tepat di samping mushola ini pun terdapat Halal Restarant Asia yang menyediakan berbagai macam makanan Indonesia, Korea, dan Malaysia dengan harga terjangkau.


Karena  fasilitas beribadah umat islam yang memadai , maka perjalanan kami kemarin kesini terasa sangat nyaman. Begitu pula yang dirasakan dengan wisatawan muslim lainnya.
Karena sejauh apapun kita bepergian, ibadah tetap nomor satu. :)

Tuesday, October 20, 2015

Myeongdong di Malam Hari

Beberapa hari lalu saya dan suami bermalam mingguan di Myeongdong (ciee...). Sebenarnya ga ada rencana kesana, tapi karena kami bingung mau kemana, akhirnya setelah mencari jajanan yang paling hits, dan direkomendasikan di beberapa blog, akhirnya jadi lah kami ke Myeongdong. 



Myeongdong merupakan salah satu pusat perbelanjaan dikota Seoul, mungkin Myeongdong bisa dibilang sebagai surganya kosmetik dan fashion ala ala Korea, karena di sepanjang jalan terdapat toko toko kosmetik dari berbagai merek dan juga baju baju berbagai model yang sering digunakan  artis artis korea.

Karena kami kesini pada malam minggu, jadi ramainya 2 kali lipat dari hari biasa, belum lagi di sepanjang jalan banyak penjual makanan dan baju yang buka lapak disana. Kami ga sempat masuk ke toko toko di sekitar, karena rame dan juga takut keburu malam.
Disana banyak yang jual berbagai macam makanan dan harga yang bervariasi, seinget ku disana ada sejenis crepes, cumi goreng (ini enak banget), mie dan bihun goreng (tapi ga yakin yang ini halal, karena ada potongan dagingnya), kebab (ini berlogo halal loh) dan lainnya, dan lainnya, daaaaan  eskriiiiim (yeay).
Kami pun membeli cumi bakar dan eskrim. 
cumi bakar harganya 3000 won, untuk satu cumi, rasanya super super enak banget, padahal kayaknya bumbunya ga ada yang spesial, tapi cuminya kerasa banget, walaupun malah tapi harga 3000 won termasuk harga yang masuk akal, dengan rasa cumi yang enak banget T.T


Kemudian, pas kami lagi jalan, tiba tiba ada kerumunan orang mengitari pedagang eskrim. awalnya kami kira itu jualan kue biasa, tapi setelah kami lihat eskrim yang diberikan penjual ke salah satu pembelinya, ternyata itu eskrim, yang cone nya terbuat dari bahan waffle yang berbentuk ikan, yang spesial disini adalah karena eskrim tersebut diberi madu yang masih berbentuk sarang lebah, nyuuuuum.
Harga eskrim ini juga sama yaitu 3000an, karena eskrimnya banyak, maka kami pun beli satu, ternyata eskrimnya besar dan enak banget. madunya itu loh yang bikin ketagihan. :p~~

Untuk harga pakaian, disalna paling murah dijual 10. 000 won untuk jaket, dan 5000won untuk rok mini, atau celana legging. lumayan kan untuk nambah koleksi pakaia di lemari?? (???)

Oh ya, di Myeongdong ada Caffe Cat yang terkenal di Seoul itu loh, tapi sayang kemarin kami belum sempat kesana karena terlalu ramai. :(
Tapi keren banget marketing Caffe Catnya, mereka menggunakan badut kucing yang berjalan jalan di Myeongdong untuk menarik para pembeli,  badut nya ada dari pagi sampai malam lhoo, dan setiap hari.

Jadi,  malam mingguan kami kemarin di Myeongdong beberapa jam untuk jalan jalan mencari  food street yang di rekomendasi oleh blog salah satu wisatawan di korea , dan kitaa menemukannyaaaa, yaitu ABONG atau ice cream waffle berbentuk ikan. yipiy. mission complete untuk malem minggu kemarin! :D












Tuesday, October 6, 2015

Seoul International Festival Fireworks

Malam semuaaa.
Sekarang udah masuk musim gugur loh di Korea. Brrrr dingin. Tapi, untung hari ini suhunya naik lagi ke angka 20 drajat celcius, jadi bisa jemur pakaian deh tadi siang. Yeay hahahah (ibu rumah tangga ga jauh dari cuci jemur cuci jemur).
Suhu disini turun dari beberapa hari yang lalu, biasanya kalau malem suhunya turun di bawah 15, tapi kalau siang masih sekitar 20 drajat celcius-an. hmmm

Anyway, Malam minggu kemarin saya diajak suami saya nonton International Seoul Festival Fireworks di Yeouido Park . Yeouido Park merupakan salah satu taman wisata di korea yang berada dipinggiran sungai Hangang. Kalau hari biasa, Yeouido Park merupakan tempat piknik dan wisata keluarga, di hari tertentu disini juga sering diadakan berbagai macam festival.
Kali ini festival yang diadakan di yeouido Park adalah  Seoul International Festival Fireworks atau festival kembang api.

Saya dan suami merencanakan datang ke acara ini dari beberapa hari yang lalu. Karena kami lihat di situs promosi, sepertinya acara ini sangat menarik apalagi yang waktunya bertepatan pada hari sabtu (malam minggu) hihihi. :p
Hari sabtu pun tiba, dan kami berangkat dari rumah sore hari agar menghindari kemacetan (beberapa orangr menginfokan bahwa acara tersebut banyak diminati orang, dan sangat ramai, sehingga untuk jaga jaga kami datang lebih awal).
Ternyata benar saja, ketika kami memasuki stasiun Yeouinaru (stasiun terdekat ke Yeouido Park) orang orang sudah antri penuh sesak, hampir tidak ada tempat untuk bergerak sedikit pun. Tiap pintu kereta di jaga oleh petugas keamanaan, ini pertama kalinya saya melihat antusiasme para penduduk korea menonton festival.

suasana di stasiun Gongdeok (sebelum transfer ke stasiun Yeouinaru)

Sesampainya di Yeouido Park, suasananya hampir sama seperti di stasiun, ramai dan penuh.
di sepanjang jalan banyak yang jual jajanan seperti cumi goreng, odeng, warung warung kecil, juga selimut dan perlengkapan perkemahan lainnya.




Kebetulan, kami selalu membawa perlengkapan piknik setiap pergi ke taman, tidak lupa kami membeli beberapa snack sebelum berangkat untuk dimakan bersama dan rencananya untuk dimakan sambil melihat kembang api. 
Cuaca disini lagi dingin dan berangin, jadi para penjual selimut laku laris manis, terlihat dari barang dagangan selimut yang sudah sedikit, dan juga banyak orang hilir mudik mengenakan selimut yang baru dibelinya.

Sebenarnya festival ini dimulai dari siang, dengan menampilkan berbagai macam pertunjukan panggung seperti Kpop, dance, penampilan sulap, dan penampilan lainnya, tetapi kembang api ditampilkan pada malam harinya sebagai acara puncak dari festival tersebut.
Acara ini semuanya gratis loh, jadi kami hanya cukup membawa uang untuk jajan dan beli makanan saja, karena kami tidak dikenakan biaya sepeserpun disini.
Sebelum masuk ke bagian stall,kami disambut dengan gerbang besar bertuliskan "Fireworks Village",  di dalam nya di bagi menjadi 4 area yaitu Hope, Joy, Love, dan Energy yang merupakan tema festival kembang api tahun ini


Panggung di tengah taman

Salah satu stand "energy"

Suasana sekitar



Seorang temen suamiku menunggu di sini dari siang untuk mencari tempat yang srategis, jadi kami pun bergabung dengan teman suamiku yang lain untuk melihat kembang api bersama.



                                  

Tidak lama setelah kami sampai, malam pun tiba dan acarapun akan dimulai pada pukul 19.00.
 Acara ini tidak diselenggarakan oleh pemerintah Korea, melainkan  acara tahunan  Hanhwa Corp (Perusaahan swasta di Korea) dan bekerja sama dengan negara filipina dan USA. Pemerintah Korea sendiri menyelenggarakan acara kembang api tahunannya di Busan bukan di Seoul.

Diawal acara diisi dengan sambutan salah satu perwakilan penyelenggara acara festival.
 Kemudian menjelang pelepasan kembang api, diputar  film pendek yang menceritakan tema festival tersebut. Daaaan, kembang api pun di nyalakan, yeaaaaay!!!!!!!!!!!!
Kembang api pertama di nyalakan oleh USA, kemudian di susul negara filipina, dan yang terakhir dari Hanhwa Corp.

                                    

                                                   

                                      

                                      

                                       

                                        



Selama proses acara, kami semua terpaku melihat kedepan, dan SUMPAH ini kembang api terspektakuler yang pernah saya lihat, yang melebihi meriahnya kembang api tahun baru di negara saya. Selama 1.5 jam semua orang terpana pada kembang api yang tidak henti hentinya memancarkan sinarnya diantara gelapnya malam. Semua orang menikmati suasananya karena selain hanya menampilkan penampilan kembang api yang spektakuler, kami dapat menikmati back song yang di putarkan selama festival berlangsung, diantaranya lagu the power of love nya mariah carrey, happy nya pharrel williams, dan beberapa lagu fillipina dan korea. 

Jauh di depan sana terdapat "hot seat", disana merupakan tempat yang paling strategis dan dekat dengan kembang apinya, tetapi jika ingin mendapatkannya kami harus membayar golden ticket dengan harga yang cukup menguras kantong,cara lain mendapatkan golden ticket, yaitu  harus mengikuti kontes yang diadakan oleh Hanhwa Corp dan jika menang akan mendapatkan golden ticket. Hanhwa juga mengadakan kontes foto "Best Fireworks" untuk para penonton, dengan hadiah yang sangat menarik untuk para pemenangnya. 


Setelah pukul 20.35 acara selesai, semua orang berhampuran di taman, dengan tujuan yang sama, yaitu ke subway station. Tidak ada harapan saat itu untuk mengambil jalur kereta terdekat dengan Yeouido Park, karena orang orang disana sudah antri sampai keluar statiun untuk menunggu kereta pulang. Akhirnya setelah berjalan cukup jauh, kami pun mendapatkan jalur kereta yang tidak seramai beberapa stasiun sebelumnya.  

Kami sampai rumah hampir pukul 12.00 malam, setelah berjuang berdesak desakan dengan banyak orang. Tetapi kami sangat bersyukur bisa diberi kesempatan untuk melihat festival kembang api yang sangat spektakuler seperti ini.


*curhatan malam minggu kemarin, 

Sunday, October 4, 2015

Teokbboki dan jajanan korea

Tidak mudah rasanya merantau di negara orang, karena banyak perbedaan yang akan kita jumpai, diantaranya dari segi faktor budaya, musim, kebiasaan,dan makanan. Ditambah lagi saya dan suami saya disini menjadi kaum beragama yang minoritas.
Karena faktor agama merupakan faktor yang amat mendasar, sehingga kami harus pintar pintar memilih kebiasaan penduduk sini agar tidak terbawa kedalam hal yang bertentangan dengan prinsip agama kami, terutama faktor makanan.

Mengapa makanan? karena agama saya mengajarkan umatnya untuk menjauhi berbagai makanan yang mengandung babi, alkohol, dan juga daging yang dimakan tanpa melalui syarat yang telah ditentukan.
Hal ini sangat bertentangan dengan penduduk disini. Hampir di setiap rumah makan sepanjang jalan, menjual daging babi dan minuman alcohol, hal ini tidak menutup kemungkinan menu selain babi yang mereka jual, tetap mengandung unsur babi, karena proses memasaknya yang bercampur. Beberapa makanan pun mereka masak menggunakan alkohol sebagai bumbu dasar. Selain itu , sangat kecil kemungkinan mereka memasak daging (ayam, sapi, kambing) sesuai dengan ketentuan agama yang berlaku. 
Hal ini membuat saya harus mencari bahan bahan makanan yang halal dan memasak sendiri di rumah. 

Tetapi ada kalanya saya dan suami makan diluar,  biasanya jika kami  berada diluar rumah seharian, atau lagi mencari suasana baru di luar. 
untuk makanan di sekitar rumah yang insyallah boleh kami makan adalah teokbboki, odeng (fish cake), bibimbap, dan twikim.


Teokbboki
Teokbboki merupakan tepung beras, cara memasaknya hampir sama dengan cara membuat lontong, yaitu berbahan dasar tepung beras, air dan garam. Teokbboki ini biasanya disiram  saos yang menggunakan campuran saus tomat, saus sambal dan gochujang yang merupakan cabai yang telah di fermentasi, sehingga rasanya ada campuran pedas dan asam sedikit.  biasanya dalam semangkuk teobboki di taburi daun bawang yang banyak yang dapat menambah selera makan. 
Ada beberapa rumah makan yang menyediakan teokbboki campuran, salah satu nya campuran keju. Biasanya diatas teobboki di beri melt cheese yang menyelimuti toobbrokinya.Selain di jual di rumah makan, teobboki pun tersedia dalam kemasan makanan cepat saji yang di jual hampir di semua convenience store.
Harga seporsi teobboki  muali dari 2000won hingga 3000 won, tergantung banyak dan topping teobboki yang dibeli.


Odeng.
Odeng merupakan jajajnan pinggir jalan yang murah diKorea, rasanya pun sangat enak terlebih bagi yang suka dengan ikan. rasa ikan nya sangat terasa, dengan kuah yang sangat pas yang tebuat dari campuran lobak dan kaldu kepiting, juga di beri sedikit soyu.
Odeng juga dapat menjadi salah satu topping makanan teobboki
Odeng di jual dengan harga yang sangat murah, yaitu 700 Won. Jika kalian makan odeng, rasanya tidak cukup hanya dengan membeli satu odeng, biasanya orang dapat membeli sampai 2-3 odeng. 

Kimbab
Kimbab adalah nasi gulung Korea, yaitu nasi yang dilapisi dengan rumput laut. 
Cara membuat kimbab sangat mudah, bahan-bahannya adalah : nasi yang diberi minyak wijen, sayur sayuran, dan daging/ ayam/ telur/ tuna.
Biasanya di Korea, saya dan suami hanya dapat memakan kimbap berisi tuna atau berisi telur.
harga kimbab bervariasi tergantung isi nya, tapi untuk harga kimbab tuna biasanya 3000 won dan untuk kimbab telur 2000 won. 
Jika kita memiliki banyak waktu luang, sebaiknya kita bikin kimbab dirumah sendiri, karena jatuhnya lebih murah dari pada harus beli diluar.

Twikim
Twikim bisa di bilang gorengan ala korea, bahan yang di gorengnya pun bermacam macam, tetapi yang paling sering adalah cumi, udang, ubi, dan sejenis bakwan.
twikim memiliki 2 jenis, yaitu hanya di goreng atau diberi saos merah gochujang seperti teobboki. 


Salah satu tempat makan favorit saya ada lah "Jume Meuon Teobboki", tempat ini menyediakan semua makanan yang saya sebut diatas, selain tempatnya yang cozy tempat ini dekat sekali dengan kampus suami saya, jadi saya dan suami suka janjian ketemu di tempat ini ketika jam makan siang. Tempat ini selalu ramai oleh pengunjung, karena katanya teokbboki disini paling enak dari pada teokbboki yang lainnya.
Menu favorit suami saya ada lah cheese teokboki, sementara saya adalah twikim, tetapi jika kami lapar kami selalu memesan menu tambahan odeng atau kimbab.
Penjual disini adalah para ajhuma (ajhuma = sebutan untuk ibu ibu), selain menu yang di sediakan, mereka juga sering menyediakan kimchi dan lobak yang dapat diambil oleh para pembeli nya secara gratis.  yeay !!!


menu yang sering dipesan oleh saya dan suami
(cheese teokbboki, twikim, kimbab)



Friday, October 2, 2015

Gyeongbokgung Palace (경복궁 (태극기 길))


  Tempat wisata pertama yang saya kunjungi di Korea adalah Istana Gyeongbokgung, salah satu istana terbesar di kota Seoul.  Korea sendiri memiliki banyak istana besar yang tersebar di berbagai Propinsi nya, dan untuk di Propinsi Seoul, Istana besar yang tersisa adalah Istana Gyeongbokgung (Istana Kebahagiaan Agung), Istana Changdeokgung (Istana Kebijakan Gemilang), Istana Changdeokgung (Istana Perayaan Gemilang), dan Istana Deoksugung (Istana Dirgahayu Luhur). Masing masing istana hampir setiap hari ramai dikunjungi oleh turis lokal maupun turis internasional.


GYEONGBOKGUNG, (Istana Kebahagiaan Agung)

   Jika kalian mengunjungi ingin Seoul, Salah satu objek wisata yang wajib kalian kunjungi adalah Istana Gyeongbokgung . Kenapa?   Karena Istana ini merupakan simbol keagungan kerajaan dan rakyat Korea. Istana ini juga merupakan istana utama ketika masa pemerintahan Dinasti Joseon.
Sebelum membahas bagian dalam istana Gyeongbokgung, ada hal menarik lainnya yang terdapat tepat di depan istana, yaitu "Gwanghamun Square"

   Di Gwanghamun Square, terdapat patung Raja Sejong (raja pencipta tulisan hangeul) dan Jendral Yi Sun Yin. 

Di sini sering diadakan berbagai macam festival, mulai dari festival makanan, hinggal festival internasional kebudayaan. Gwanghamun Square juga merupakan tempat yang sering dijadikan lokasi syuting film drama korea, salah satunya adalah "City Hunter". Setiap harinya pada jam jam tertentu, tepat di depan patung Raja Sejong terdapat semburan air yang dapat menyembur disepanjang jalan, sehingga tak heran jika banyak anak anak yang bermain disana.


Patung Jendral YI Sun Yi


Patung Raja Sejong

Festival di depan Gwanghamun Square


   Di  Gwanghamun  Square kita juga dapat mencoba pakaian Hanbok (Korea pakaian tradisional) secara gratis. Mereka membuka stand Hanbok  mulai dari jam 10.00 - 12.00 dan jam 14.00-16.00, setiap hari.
Disamping stand Hanbok, terdapat jasa fotografer yang hasilnya dapat dicetak langsung ditempat. Untuk bingkai tipis, mereka pasang harga  3000 won , dan untuk bingkai agak tebal, mereka pasang harga 4000 won.

Stand hanbok gratis
hasil foto hanbok 

jika kita ingin ke istana Gyeongbokgung melalui Gwanghamun, kita dapat menggunakan transportasi subway line 5 (berwarna ungu) dan berhenti di stasiun Gwanghamun.

Oke, sekian untuk penjelasan tentang Gwanghamun Square nya.

   Istana Gyeongbokgung tepat berada di belakang patung Raja Sejong,
Istana Gyeongbokgung buka hampir setiap harinya, keculi hari senin atau selasa.
Jadwal Istana Gyeongbokgung:
Januari-Februari  09.00-17.00; 
Mei- Maret 09.00- 18.00;
Juni-Agustus 09.00-18.30;
September-Oktober: 09.00-18.00;
November-Desember 09.00 -17.00
 (Harus diperhatikan jam bukanya yaa)

Tiket masuk istana cukup terjangkau, 
  • dewasa (19-64 tahun): 3000 won dan jika lebih dari 10 orang: 2400 won
  • anak (7-18 tahun): 1500 won dan jika lebih dari 10 orang: 1200 won
Jika kita ingin langsung memasuki istana Gyeongbokgung tanpa melalui Gwanghamun Square, kita harus naik subway line 3 (berwarna jingga) dan turun di stasiun Gyeongbokgung Palace.


Foto ini merupakan istana Gyeongbokgung tampak depan. 
Gerbang pertama Istana Gyeongbokgung

Gerbang pertama Istana Gyeongbokgung tampak belakang

di samping pintu masuk istana terdapat patung Haechi yang merupakan simbol ikon propinsi/ kota Seoul.

Patung Haechi

Patung Haechi tampak belakang

di depan gerbang ini kita juga dapat melihat upacara pergantian penjaga istana (Changing Guard Ceremony), upacara ini biasanya berlangsung 30 menit, setiap 2 jam sekali dimulai dari pukul 10.00 hingga pukul 16.00. Selain menjadi penonton upacara perggantian penjaga, kita juga dapat berfoto dengan para penjanganya.



Changing Guard Ceremony


Penjaga Gerbang Istana

Setelah masuk gerbang utama, kita dapat menemukan stand penjualan tiket, di sana juga kita dapat mencoba baju para penjaga istana secara gratis.
Selanjutnya terdapat gerbang kedua untuk masuk ke dalam istana.

tampak depan gerbang ke 2 Geyeongbokgung
Suasana antara gerbang pertama dan kedua

Salah satu bangunan yang berada di dekat gerbang pertama


Luas Istana Gyeongbokgung ini adalah 410.000 meter persegi, dulunya istana ini memiliki banyak bangunan utama sampai akhirnya pemerintah Jepang menghancurkan hampir seluruh bangunannya, sehingga hanya beberapa bangunan saja yang tersisa yang masih dapat  kita nikmati ketika kita berkunjung ke Istana Geyeongbokgung.

     Bangunan pertama yang akan kita lihat ketika memasuki Istana  Gyeongbokgung adalah Geunjeongjeong atau  Balai Tahta. Dahulu tempat ini merupakan balai pertemuan  antara Raja dengan pejabat atau  petinggi negara untuk melalukan upacara  dan acara penting lainnya. di bagian tengah Geunjeongjeong terdapat  Ruang Tahta Raja, yang merupaka tempat raja memberi perintah dan tugas kenegaraan.


Ruang Tahta Raja
Di arah kiri sekitar balai tahta terdapat Paviliun Gyeonghoeru yang memiliku 48 toggak granit ditengah kolam teratai. Paviliun ini merupakan tempat diadakannya festival-festival kerajaan oleh raja-raja Korea.

Paviliun Gyeonghoeru ketika musim dingin
Paviliun Gyeonghoeru ketika musim panas

Suasana sekitar paviliun inipun sangat menarik, karena selain tempatnya yang terletak ditengah tengah pohon rindang, disana juga disediakan tempat duduk sehingga kita dapat beristirahat sambil memandangi indahnya paviliun Gyeonghoeru.

Suasana di sekitar Paviliun Gyeonghoeru

Suasana di samping Paviliun Gyeonghoeru

Disepanjang jalan ke halaman belakang istana kita dapat menikmati keindahan bangunan bersejarah korea.










    bangunan bangunan ini merupakan tempat tinggal keluarga hingga pembantu kerajaan.
Tempat tingga Raja dan Ratu pada masa kerajaan pun terpisah, walaupun masih dalam satu kawasan kerajaan.

Diantara bangunan disini, salah satunya terdapat ruangan pribadi raja, disini kita  dapat melihat apa saja yang terdapat didalamnya .

Ruangan pribadi raja Korea
     Jika kita berjalan sedikit kebagian halaman belakang istana (dan  letaknya hampir diujung istana), kita akan melihat indahnya Paviliun Hwangwonjeong, yaitu  tempat peristirahatan raja dan ratu Korea. Dari sini kita dapat melihat pemandangan Gunung Amisan dari kejauhan. karena keindahannya, sehingga banyak seniman yang menjadikan pemandangan ini sebagai salah satu objek lukisan yang sangat diminati .

Paviliun Hwangwonjeong tampak samping

Paviliun Hwangwonjeong ketika musim panas

Paviliun Hwangwonjeong ketika musim dingin
Paviliun Hwangwonjeong tampak samping ketika musim dingin


   Demikian beberapa sisi keindahan istana Gyeongbokgung, Istana utama kerajaan Korea di Proponsi Seoul. Selain letaknya yang strategis, istana ini memiliki berbagai sudut yang menyimpan berjuta sejarah dan saksi bisu zaman kerajaan berbagai generasi.

   Istana Gyeongbokgung merupakan salah satu tempat wisata yang sangat di rekomendasikan berbagai macam bisnis tour korea untuk memperkenalkan sejarah dan budaya korea. 

Jadi, sangat disayangkan sekali jika kita berkunjung ke negeri gingseng tetapi tidak mengunjungi tempat ini. :D