Sunday, October 4, 2015

Teokbboki dan jajanan korea

Tidak mudah rasanya merantau di negara orang, karena banyak perbedaan yang akan kita jumpai, diantaranya dari segi faktor budaya, musim, kebiasaan,dan makanan. Ditambah lagi saya dan suami saya disini menjadi kaum beragama yang minoritas.
Karena faktor agama merupakan faktor yang amat mendasar, sehingga kami harus pintar pintar memilih kebiasaan penduduk sini agar tidak terbawa kedalam hal yang bertentangan dengan prinsip agama kami, terutama faktor makanan.

Mengapa makanan? karena agama saya mengajarkan umatnya untuk menjauhi berbagai makanan yang mengandung babi, alkohol, dan juga daging yang dimakan tanpa melalui syarat yang telah ditentukan.
Hal ini sangat bertentangan dengan penduduk disini. Hampir di setiap rumah makan sepanjang jalan, menjual daging babi dan minuman alcohol, hal ini tidak menutup kemungkinan menu selain babi yang mereka jual, tetap mengandung unsur babi, karena proses memasaknya yang bercampur. Beberapa makanan pun mereka masak menggunakan alkohol sebagai bumbu dasar. Selain itu , sangat kecil kemungkinan mereka memasak daging (ayam, sapi, kambing) sesuai dengan ketentuan agama yang berlaku. 
Hal ini membuat saya harus mencari bahan bahan makanan yang halal dan memasak sendiri di rumah. 

Tetapi ada kalanya saya dan suami makan diluar,  biasanya jika kami  berada diluar rumah seharian, atau lagi mencari suasana baru di luar. 
untuk makanan di sekitar rumah yang insyallah boleh kami makan adalah teokbboki, odeng (fish cake), bibimbap, dan twikim.


Teokbboki
Teokbboki merupakan tepung beras, cara memasaknya hampir sama dengan cara membuat lontong, yaitu berbahan dasar tepung beras, air dan garam. Teokbboki ini biasanya disiram  saos yang menggunakan campuran saus tomat, saus sambal dan gochujang yang merupakan cabai yang telah di fermentasi, sehingga rasanya ada campuran pedas dan asam sedikit.  biasanya dalam semangkuk teobboki di taburi daun bawang yang banyak yang dapat menambah selera makan. 
Ada beberapa rumah makan yang menyediakan teokbboki campuran, salah satu nya campuran keju. Biasanya diatas teobboki di beri melt cheese yang menyelimuti toobbrokinya.Selain di jual di rumah makan, teobboki pun tersedia dalam kemasan makanan cepat saji yang di jual hampir di semua convenience store.
Harga seporsi teobboki  muali dari 2000won hingga 3000 won, tergantung banyak dan topping teobboki yang dibeli.


Odeng.
Odeng merupakan jajajnan pinggir jalan yang murah diKorea, rasanya pun sangat enak terlebih bagi yang suka dengan ikan. rasa ikan nya sangat terasa, dengan kuah yang sangat pas yang tebuat dari campuran lobak dan kaldu kepiting, juga di beri sedikit soyu.
Odeng juga dapat menjadi salah satu topping makanan teobboki
Odeng di jual dengan harga yang sangat murah, yaitu 700 Won. Jika kalian makan odeng, rasanya tidak cukup hanya dengan membeli satu odeng, biasanya orang dapat membeli sampai 2-3 odeng. 

Kimbab
Kimbab adalah nasi gulung Korea, yaitu nasi yang dilapisi dengan rumput laut. 
Cara membuat kimbab sangat mudah, bahan-bahannya adalah : nasi yang diberi minyak wijen, sayur sayuran, dan daging/ ayam/ telur/ tuna.
Biasanya di Korea, saya dan suami hanya dapat memakan kimbap berisi tuna atau berisi telur.
harga kimbab bervariasi tergantung isi nya, tapi untuk harga kimbab tuna biasanya 3000 won dan untuk kimbab telur 2000 won. 
Jika kita memiliki banyak waktu luang, sebaiknya kita bikin kimbab dirumah sendiri, karena jatuhnya lebih murah dari pada harus beli diluar.

Twikim
Twikim bisa di bilang gorengan ala korea, bahan yang di gorengnya pun bermacam macam, tetapi yang paling sering adalah cumi, udang, ubi, dan sejenis bakwan.
twikim memiliki 2 jenis, yaitu hanya di goreng atau diberi saos merah gochujang seperti teobboki. 


Salah satu tempat makan favorit saya ada lah "Jume Meuon Teobboki", tempat ini menyediakan semua makanan yang saya sebut diatas, selain tempatnya yang cozy tempat ini dekat sekali dengan kampus suami saya, jadi saya dan suami suka janjian ketemu di tempat ini ketika jam makan siang. Tempat ini selalu ramai oleh pengunjung, karena katanya teokbboki disini paling enak dari pada teokbboki yang lainnya.
Menu favorit suami saya ada lah cheese teokboki, sementara saya adalah twikim, tetapi jika kami lapar kami selalu memesan menu tambahan odeng atau kimbab.
Penjual disini adalah para ajhuma (ajhuma = sebutan untuk ibu ibu), selain menu yang di sediakan, mereka juga sering menyediakan kimchi dan lobak yang dapat diambil oleh para pembeli nya secara gratis.  yeay !!!


menu yang sering dipesan oleh saya dan suami
(cheese teokbboki, twikim, kimbab)