Friday, November 29, 2019

Japan Trip Part 2

Rencana kami di Jepang hanya 6 hari saja, tetapi ditanggal kepulangan kami ke Indonesia tiba tiba diprediksi akan ada badai, sehingga semua penerbangan di Jepang harus diundur/reschedule 2 hari setelahnya. Setelah kami mendapat kabar tersebut, kami langsung booking hotel kembali, masih ditempat yang sama yaitu "hotel WBF Kitasemba West", tapi berbeda kamar dan fasilitas (tidak termasuk sarapan). Sebenarnya badainya hanya melewati daerah sekitar tokyo, namun hal tersebut berdampak pada operasional transportasi di osaka, tempat kami liburan.

Ini pertama kalinya kami ekstend liburan yang tidak dipersiapkan dan diharapkan sama sekali, tapi mau bagaimana lagi, demi keselamatan akhirnya kami pasrah. 

Hari 6
Di hari ke 6 kami dijepang, kami pindah kamar, dan hampir seharian kami tidak kemana mana, hanya membeli makanan di convention store terdekat. Cuaca diOsaka saat itu gerimis kecil, langitnya juga gelap. Jadi kami tidak berani untuk keluar jauh dari hotel. Di beberapa channel televisi memberitakan tentang keadaan di tokyo tentang badai yang lagi berlangsung, di beberapa media sosialpun ramai tentang badai di jepang ini. 
Hingga sore hari akhirnya gerimispun berhenti, kami langsung mencari tempat yang kira kira bagus untuk dikunjungi dimalam hari sekitar Osaka. Akhirnya kami dapat tempat bernama Tsutenkaku dan Shinsekai. Lokasinya sangat dekat dengan hotel WBF ini, hanya sekali naik osaka merto tanpa transfer sudah bisa samapai ke lokasi tersebut, dengan biaya 180 JPY perorang.

Tsutenkaku adalah menara observatorium yang berada di sekitar area Shinsekai. Disini ramai sekali,  banyak restaurant  dan toko oleh oleh berjajar di area ini. Tepat didepan pintu masuk menara, kami menemukan sekumpulan permainan gatcha. Dari yang harganya 100 JPY-500 JPY semuanya ada, mainan untuk anak laki laki dan perempuan juga ada, tidak ketinggalan mesin penukar koinnya pun ikut hadir di area ini.


Setelah berkeliling area Shinsekai, kamipun kembali ke hotel karena angin sudah semakin kencang dan udara semakin dingin dimalam hari.

Hari 7
Hari ini cuaca Osaka cerah sekali, kami merencanakan untuk pergi ke Nara Deer Park untuk melihat rusa disana, kami mulai perjalanan di pagi hari agar tidak pulang kesorean. Perjalanannya cukup jauh menghabiskan waktu sekitar satu jam,  dengan biaya 750 JPY per orang.  
Sesampainya di Nara Deer Park kami sudah disambut rusa yang gogoleran dipinggir jalan, ada juga yang lagi diajak berfoto ria oleh pengunjung disana. Sepanjang jalan banyak jualan makanan rusa seharga 200 JPY.

Rusa disini ramah ramah dan bisa diajak bermain, anakku senang sekali, dia berlari kesana kemari sambil memberi makan para rusa. Setelah selesai bermain, kami mencicipi makanan di tempat makan yang berada di dalam taman tersebut, aku kurang tau nama tempat makannya apa, tapi menu andalannya udon dan mochi yang enak sekali. Anak dan suamiku sangat lahap memakannya, mengisi tenaga setelah bermain main bersama rusa. 









Selesai makan, kami melanjutkan perjalanan kami ke Taman Isui-en. Lokasinya sangat dekat dengan  Nara Deer Park, sekitar 250 m, atau 10 menit berjalan kaki. 
Taman ini bagus dan sangat damai sekali, membuat tenang hati bagi wisatawan yang mengunjunginya. Tapi disana tidak boleh membawa makanan minuman, juga tidak boleh membawa tripod, untuk menjaga kenyamanan para pengunjung yang lain. 
Setelah mengelilingi isui en  park kamipun kembali ke penginapan untuk persiapan packing,  karena kami sudah dapat reschedule kepulangan ke indonesia besok.

Hari 8
Sekitar jam 8 kami sudah checkout dari hotel, dan langsung menuju ke Itami Int Airport. Sesampainya disana antrian untuk check in sudah panjang, suamiku mengambil barisan untuk mengantri, sementara aku dan anankku meunggu di luar barisan. Saat bagian suamiku check in, aku dipanggil, ternyata dia mengabarkan kalau jadwal reschedule kami untuk tahun depan, bukan untuk hari ini. Kami langsung panik, karena baju yang kami bawa semuanya sudah terpakai (tidak ada baju bersih), kami juga sudah minta ayahku untuk menjemput kami di bandara dan sudah membayangkan makanan di indonesia. Setelah berdiskusi panjang lebar akhirnya kami mendapat tiket baru untuk esok hari dengan pesawat dan bandara yang berbeda, kami dijadwalkan terbang di jam 8 pagi dari Kansai Int Airport. 
Suamiku memutuskan untuk menunggu di sekitar bandara Kansai, dia tidak mau mengambil resiko untuk ketinggalan pesawat diesok hari, mengingat barang bawaan kami yang banyak sambil membawa anak bayi. Demi kenyamanan akhirnya kami booking penginapan di "Nikko Kansai Hotel", setelah membooking hotel, kami memesan tiket bis bandara untuk menuju ke Kansai Airport, karena lokasi hotelnya berada tepat didepan Kansai Airport.  
Perjalanan dari bandara Itami menuju Kansai menghabiskan waktu 1.5 jaman dengan bis bandara

Sesampainya di Kansai, kami segera check in hotel dan istirahat sambil menunggu jadwal penerbangan kami esok hari. 


Liburan kali ini benar benar overbudget, karena banyak biaya yang tidak diperhitungkan sebelumnya yang keluar akibat badai tsb.
Selama liburan kemarin aku jadi sadar betapa pentingnya asurasi perjalanan selama traveling, karena kejadian yang tidak terduga bisa terjadi kapan saja. Sebenarnya kami sudah membuat asuransi perjalanan, tapi setelah  mengajukan klaim ke asuransi terkait, ternyata kami hanya mendaftarkan asuransi jika pesawat tertinggal saja, sementara untuk kejadian bencana alam atau kasus lain diluar ketinggalan pesawat tidak di cover. Jika ingin membeli asuransi sebaiknya ditanya juga diawal pembelian detail kasus /kejadian yang dapat di klaim, agar tidak terjadi kesalah pahaman antara asuransi yang dibeli dengan klaim yang akan diterima.